Mana yang Didahulukan Puasa Syawal atau Mengganti Puasa Ramadhan? Ini Penjelasannya!

  • Share
Mana yang Didahulukan Puasa Syawal atau Mengganti Puasa Ramadhan? Ini Penjelasannya!

Mesjid.id – Setelah merayakan Idul Fitri pada tanggal 1 Syawal, umat Muslim dianjurkan untuk puasa syawal selama 6 hari. Namun, mana yang didahulukan puasa syawal atau mengganti puasa Ramadhan?

Selama bulan Ramadhan, ada beberapa orang yang tidak bisa menjalankan puasa sebulan penuh karena berhalangan. Mereka harus menggantinya dengan puasa qadha di bulan lain. Mucnul pertanyaan mana yang didahulukan puasa syawal atau mengganti puasa ramadhan?

Pertanyaan mana yang didahulukan puasa syawal atau mengganti puasa ramadhan semakin banyak ditanyakan karena waktu pelaksanaan puasa yang berbarengan.

Agar tidak bingung, simak penjelasan lengkap berikut ini untuk menjawab mana yang didahulukan puasa syawal atau mengganti puasa ramadhan.

Baca Juga:
Hukum Menikahi Sepupu Sendiri menurut Islam, Begini Penjelasan Buya Yahya

Mana yang Didahulukan Puasa Syawal atau Mengganti Puasa Ramadhan?

Dikutip dari NU Online, puasa syawal merupakan puasa sunnah yang sangat dianjurkan karena memiliki banyak keutamaan. Seseorang yang menjalankan puasa syawal 6 hari seolah akan mendapat pahala berpuasa selama satu tahun penuh.

Lalu bagaimana jika masih memiliki utang puasa? Mana yang didahulukan puasa syawal atau mengganti puasa ramadhan?

Jawabannya adalah umat Muslim yang memiliki utang puasa dianjurkan untuk membayar utang puasa mereka terlebih dahulu, baru melanjutkannya dengan puasa syawal.

“Kalau seseorang mengqadha puasa, berpuasa nadzar, atau berpuasa lain di bulan Syawal, apakah mendapat keutamaan sunah puasa Syawal atau tidak? Saya tidak melihat seorang ulama berpendapat demikian, tetapi secara zahir, dapat. Tetapi memang ia tidak mendapatkan pahala yang dimaksud dalam hadits khususnya orang luput puasa Ramadhan dan mengqadhanya di bulan Syawal karena puasanya tidak memenuhi kriteria yang dimaksud. Karena itu sebagian ulama berpendapat bahwa dalam kondisi seperti itu ia dianjurkan untuk berpuasa enam hari di bulan Dzul qa’dah sebagai qadha puasa Syawal,” (Lihat Al-Khatib As-Syarbini, Mughnil Muhtaj, Beirut, Darul Marifah, cetakan pertama, 1997 M/1418 H, juz I, halaman 654)

Baca Juga:
Puasa Qadha Ramadhan di Bulan Syawal: Bacaan Latin Niat, Pengertian dan Ketentuannya

Jika seseorang hanya membayar utang puasa Ramadhan di bulan Syawal tanpa melanjutkannya dengan puasa syawal, maka ia tetap dinilai telah mengamalkan puasa syawal meski tidak mendapatkan ganjaran seperti yang disebutkan dalam sabda Rasulullah SAW.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS



#Mana #yang #Didahulukan #Puasa #Syawal #atau #Mengganti #Puasa #Ramadhan #Ini #Penjelasannya

Sumber : www.suara.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *